Arsip untuk Februari 3rd, 2009

03
Feb
09

Hari Gini Kok Masih Perawan ……??????????

200704244411_virginity1

Hari Gini Masih Perawan ?!. Ungkapan judul ini bukan bertujuan untuk menyebarkan aktivitas pelacuran yang kemudian diperhalus dengan kata-kata Pelecehan Seksual, Seks Bebas dan ketika masih malu untuk menyebutnya dengan istilah Pelacuran, maka, akan dikatakan Free Sex. Artinya sama saja yaitu P.e.r.z.i.n.a.a.n..!!!. Pelakunya disebut dengan Pezina, Pelacur atau Lonte baik Lonte laki-laki ataupun Lonte perempuan sama saja. Sama-Sama pelaksana aktivitas yang sangat dikutuk oleh Allah swt dan diganjar dengan hukuman dosa besar yang harus ditebus dengan siksaan yang sangat pedih di neraka kelak.

Hubungannya dengan ungakapan judul ” Hari Gini Masih Perawan ?! “ di atas adalah untuk sekedar menyegarkan kembali komitmen kita sebagai umat yang diberi tanggungjawab, baik tanggungjawab terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan lingkungan ” Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka Apakah kita sebagai umat islam akan menggadaikan dan mencampakkan nilai-nilai kemuliaan yang sudah dirahmati Allah swt kepada kita dengan turut serta meng-iya-kan dan setuju dengan pernyataan, bahwa nilai keperawanan dan kesucian seorang perempuan dalam perkawinan tidak terlalu penting asalkan didasari oleh cinta dan kasih sayang yang tulus ?! ( Ketidak perawanan yang dimaksud dalam postingan ini tentunya akibat perzinaan )

Apa bila anda termasuk orang-orang yang masih menganggap penting nilai keperawanan dan kesucian seorang perempuan dalam pernikahannya, itu berarti anda belum terpengaruh oleh propaganda yang dilakukan oleh bangsa-bangsa binatang di dunia barat sana, yang menganggap rendah perempuan yang masih perawan menjelang pernikahannya karena tidak ada laki-laki yang tertarik kepadanya atau tidak laku ( ?! ).

Tapi sampai berapa lama anda akan sanggup bertahan dari tekanan pengaruh iblis tersebut ?.

Mari kita lihat….

Pernahkah anda melihat seorang perempuan bahkan kebanyakan ibu-ibu, setelah bersalaman, kemudian menyodorkan pipinya untuk ditempelkan ke pipi laki-laki yang bukan muhrimnya sebagai bukti keakraban ?. Kalau di barat sana si perempuan akan menyodorkan bibirnya, karena menurut pemahaman mereka ” Sesungguhnya bibir perempuan itu dipergunakan untuk berjabatan karena dia lebih mahir berbicara dengan matanya “

Pernahkan anda menonton televisi dirumah dan melihat penayangan iklan pemutih kulit ?. Bukankah mereka telah menonjolkan dan mempertontonkan secara nyata kepeda kita dan anak-anak kita bagian-bagian tubuh yang putih mulus yang mengundang nafsu birahi setiap laki-laki normal. Apalagi remaja laki-laki yang sedang mengalami masa pubertas. Iklan sabun mandi, Iklan sampho, acara gosip yang menayangkan liputan terpanas tentang artis yang berpelukan dan berciuman dengan pacarnya untuk memperlihatkan kemesraan mereka di hadapan publik penggemarnya. Iblis-iblis penari latar yang berjoget genit dengan pakaian seikhlasnya saja karena tuntutan profesi. Sinetron remaja yang menjadikan sekolah sebagai arena perzinaan, tempat pelacuran dan berebut pacar atau sinetron tentang laki-laki bodoh yang membiarkan istrinya pergi dengan bekas pacarnya. Perselingkuhan yang artinya sama saja dengan perzinaan dan masih teramat banyak lagi di televisi di negara Republik Indonesia ini yang katanya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa acara-acara yang mengkampanyekan gerakan penghancuran moral dan akhlak generasi mudannya

Pernahkah anda berjalan ke super market dimana para ibu-ibu dan gadis remaja saling mempertontontakan dada, punggung dan paha mulus mereka dengan sengaja memakai pakaian sependek mungkin. Bahkan diantaranya, mereka ada yang berjalan bergandengan tangan dengan bapaknya. Bukankah itu tidak sama artinya dengan sang ayah yang seharusnya menjaga kehormatan keluarganya dengan nyawa sekalipun ( merdeka !!! ) telah dengan bangga memamerkan aurat istri dan anak tercintanya untuk dipelototi oleh setiap laki-laki yang berpapasan dengannya ?

Memang, tidak bisa dimungkiri bahwa, pada umumnya ” perempuan itu lebih suka kelihatan cantik dari pada terpelajar “, tapi perlu difahami bahwa untuk siapa Allah swt telah menganugrahkan kecantikan itu  dan untuk apa ?.

Pernahkah anda melihat seorang perempuan berpakaian dengan jilbab lengkap tertutup rapat dan ketat sehingga seluruh bagian-bagian tubuh yang dibungkusnya bisa tergambar dengan jelas dari luar, sehingga menurut mereka kelihatan seksi ?. Atau seorang perempuan dengan sengaja memakai baju dengan dada yang terbuka lebar untuk memperlihatkan kalung bagus yang berharga mahal. ? Dan apa bedanya dengan seorang lonte perempuan yang bangga dengan hanya berpakaian dengan seuntai kalung ?

Pernahkan anda membayangkan apa yang akan terjadi apabila sekali waktu anda sebagai seorang ayah bertanya pada anak gadis tercinta tentang keperawanan sebagai tanda kesuciannya, kemudian sang anak dengan enteng menjawab ” Hari Gini Masih Perawan ?! “